[BLENDER] Membuat Set Parent Vertex suatu Object/Titik Acuan

Pada saat membuat modelling suatu object, kadang kala kita ingin memutar object tersebut mengacu pada object yang lain. Saya beri contoh mudahnya adalah membuat bianglala. Bianglala secara umum ada 2 object yaitu roda – roda nya yang besar itu dan kursi untuk tempat duduk nya. Nah kami akan memberi contoh model bianglala yang sudah kami buat sebelumnya.

Saat berputar, pastinya kursi nya itu berputar pada titik porosnya atau titik acuannya. Bukan malah ikut berputar layaknya roda, yang ada malah penumpang nya jatuh. Nah bagaimana cara agar kursi nya tetap berada di titik acuannya?

Yang pertama adalah select object yang akan di parent yaitu kursi dengan object yang di jadikan parent vertexnya yaitu vertext pada bianglala. Pastikan klik terlebih dahulu object kursinya lalu tekan tombol SHIFT dan klik bianglalanya.

Yang kedua adalah ubah mode object ke mode edit. Lihat gambar yang dilingkari

Yang ketiga adalah pastikan mode yang dipilih adalah mode vertex, lihat gambar yang dilingkari

Jika sudah di mode vertex, maka pilih salah satu vertex yang nantinya akan dijadikan sebagai parent/acuan. Lihat gambar dibawah

Langkah selanjutnya adalah tinggal tekan tombol CTRL + P , maka akan muncul seperti ini

Setelah itu, tinggal di klik “Make Vertex Parent Ctrl P” . Maka vertex roda dari bianglalanya sudah menjadi titik acuan berputar. Jadi kursi tidak akan berputar jungkir balik seperti roda.

 

Posted in: Blender by anggara.wintang.r No Comments , , , , ,

[BLENDER] Memisahkan Objek (Unjoin)

Gabungan objek pada blender yang telah dijoin akan menjadi satu kesatuan. Apabila posisi objek yang dijoin tersebut berada di edit mode maka user dapat mengedit gabungan objek tersebut sekaligus. Gambar di bawah ini menunjukkan dua objek yang digabungkan dengan join akan memiliki warna garis yang sama (orange) ketika diselect.

Apabila user ingin memisahkan salah satu objek yang telah di join, maka posisi objek harus berada di edit mode. Salah satu objek diseleksi kemudian dipisahkan dengan cara klik huruf P pada keyboard atau mencari dengan klik spasi pada keyboard dengan mengetikkan “Separate” kemudian pilih “Selection”, seperti gambar di bawah ini.

 photo 2_zpsc757fqhw.png

Objek yang berhasil di unjoin, garis luarnya akan berubah menjadi merah, hal tersebut menandakan objek sudah terpisah dari objek yang lain, seperti gambar di bawah ini.

 photo 4_zpsg9og8ddo.png

 

Posted in: Blender by jayanti.tanri.r No Comments ,

[BLENDER] Cara Menambah Dan Menutup Jendela Tab View

Pada tampilan awal kita membuka project blender, secara otomatis software blender akan menampilkan hanya satu halaman seperti gambar dibawah :

Apabila tampilan project hanya satu halaman seperti gambar diatas, maka kita hanya akan bisa melihat objek yang dibuat dengan satu sudut pandang saja. Maka, untuk memudahkan proses pengeditan objek, diperlukan lebih dari satu sudut pandang dengan cara menambahkan tab view. Untuk menambahkan tab view, dapat kita perhatikan tools yang berada didalam lingkaran merah pada gambar berikut :

Tools segitiga kecil yang ada di dalam lingkaran merah berfungsi untuk menambahkan jendela tab view pada project blender. Untuk menambahkan jendela tab vide dari tools segitiga yang ada di pojok kanan atas, caranya adalah dengan klik tools segitiga kanan atas tersebut sambil di tarik kearah kiri. Maka akan muncul tampilan seperti berikut :

Pada gambar diatas, terdapat dua jendela tab view yang memungkinkan kita melihat objek yang sedang kita buat dapat dilihat dari dua sudut pandang. Untuk menambahkan tab dari tools segitiga yang ada di pojok kiri bawah, caranya tidak jauh berbeda dengan tools segitiga yang ada di pojok kanan atas. Caranya adalah dengan klik tools segitiga yang berada di kiri bawah sambil di tarik keatas. Maka, apabila telah kita tambahkan tab view dari tools segitiga kiri bawah, tampilannya akan seperti berikut :

Nah, kita dapat menambahkan seberapa banyak jumlah tab view sesuai keinginan kita. Namun, apabila kita merasa ingin mengurangi jendela tab view yang telah kita tambah, caranya adalah dengan memperhatikan tools segitiga yang ada didalam lingkaran merah lagi.

Tools segitiga yang berada di lingkaran merah kiri, berfungsi untuk menutup jendela tab view yang ada di sebelah bawahnya. Cara menutupnya adalah dengan klik tools segitiga tersebut sambil merarik mouse kearah bawah. Maka, akan muncul gambar panah transparan seperti sebagai berikut :

Dengan munculnya gambar panah transparan tersebut, lepaskan klik mouse dan tab view akan tertutup dengan sendirinya. Hal yang sama dapat dilakukan pada jendela tab view di sebelah kanan. Caranya adalah dengan klik tools segitiga yang ada di atas (dapat dilihat pada gambar sebelumnya, tools segitiga yang berada di lingkaran merah sebelah atas) sambil menarik mouse kearah kiri. Maka, akan muncul gambar panah transparan seperti sebagai berikut :

Dengan munculnya gambar panah transparan tersebut, lepaskan klik mouse dan tab view sebelah kanan akan tertutup dengan sendirinya. Maka, tampilan project akan kembali seperti semula.

Terimakasih, selamat mencoba

Posted in: Uncategorized by Izza Naimatul Firda No Comments

[BLENDER] Merapikan Posisi Vertex menjadi 1 Garis Lurus

Kasus berikut adalah sebuah plane yang salah satu posisinya tidak lurus karena vertexnya memiliki posisi yang tidak teratur.

Jika diperhatikan dari sudut pandang lain (dalam hal ini dari sebelah kiri objek, dengan shortcut 3), maka vertex-vertex tersebut untuk dapat menjadi rapi cukup dipindahkan ke atas maupun ke bawah (searah dengan sumbu Z).

Untuk dapat melakukan hal tersebut, perpindahan vertex bisa dilakukan satu per satu dengan bantuan snap during transform. Namun untuk mempermudah dan mempercepat proses tersebut, kita dapat memanfaatkan perintah resize sesuai sumbu Z (karena perpindahan vertex untuk dapat menjadi rapi adalah ke atas dan ke bawah) sebanyak 0, atau gunakan shortcut S, dilanjutkan dengan Z, dan angka 0.

Hasil dari resize tersebut adalah semua vertex yang terpilih akan berpindah ke atas maupun ke bawah sehingga posisinya sekarang lurus sejajar dengan sumbu Y. Perlu diperhatikan bahwa posisi vertex terhadap sumbu X maupun sumbu Y tidak berubah (tidak berpindah ke kanan/kiri maupun depan/belakang), karena pergerakan hanya dilakukan sesuai dengan sumbu Z. Jika vertex-vertex tersebut ingin dirapikan agar dapat lurus dengan vertex-vertex yang ada di belakangnya, cukup pindahkan vertex-vertex tersebut sesuai sumbu Z dengan bantuan snap during transform opsi edge ataupun vertex. Dengan demikian, maka posisi plane akan kembali lurus seperti semula.

Jika kasus yang dihadapi berbeda, misalkan kumpulan vertex ingin diluruskan dengan menggerakkannya searah dengan sumbu X, maka resize dilakukan mengikuti sumbu X (shortcut S, dilanjutkan dengan X, kemudian angka 0). Hal yang sama juga berlaku untuk sumbu Y.

Posted in: Blender by anindita No Comments , , , ,

[BLENDER] Snap During Transform

Fitur snap during transform sangat berguna ketika kita ingin memindahkan vertex atau edge atau face dari suatu objek ke posisi tertentu dengan lebih terkontrol. Sebagai contoh, terdapat 2 buah object, yaitu cone dan cube. Kita akan mencoba memindahkan titik puncak pada cone ke posisi tertentu.

Untuk memindahkan titik tersebut secara bebas, kita dapat dengan mudah menggunakan shortcut G. Atau, jika ingin titik tersebut berpindah berdasarkan sumbu tertentu, cukup gunakan shortcut G, kemudian diikuti dengan sumbu yang dipilih. Misalkan, kita ingin memindahkan titik tersebut menurut sumbu z, maka cukup tekan shortcut G, diikuti dengan Z, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

 

Dengan bergerak secara bebas, atau hanya mengikuti satu sumbu tertentu, maka bisa jadi posisi titik tersebut tidak tepat seperti yang kita inginkan. Oleh karena itu, digunakanlah fitur snap during transform. Fitur ini biasanya dapat ditemukan di menu bagian bawah, dan disimbolkan dengan magnet.

Ketika fitur tersebut diaktifkan, maka simbol magnet akan berubah menjadi warna merah. Di sebelah kanan fitur tersebut terdapat beberapa pilihan dalam penggunaannya, antara lain increment, vertex, edge, face, dan volume.

Jika pilihan increment digunakan, maka titik akan berpindah sesuai pada grid blender. Sebagai contoh, kita akan menggerakkan titik sesuai sumbu z dengan opsi increment, maka ketika titik diseret ke atas, maka titik tersebut posisinya berpindah ke atas sebanyak 1 kotak pada grid dalam sekali pergerakan, begitu seterusnya.

Jika pilihan vertex digunakan, maka ketika mouse mendekati sebuah vertex, akan muncul lingkaran di vertex tersebut. Jika dalam kondisi tersebut mouse diklik, maka titik yang dipindah akan menempati posisi yang sama dengan vertex yang memiliki lingkaran tersebut. Ketika mouse tidak mendekati sebuah vertex, maka lingkaran tadi akan hilang.

Jika pilihan edge digunakan, maka ketika mouse mendekati sebuah edge, akan muncul lingkaran di sepanjang edge tersebut. Jika dalam kondisi tersebut mouse diklik, maka titik akan berpindah menempati posisi di sepanjang edge tersebut.

Jika pilihan face digunakan, maka ketika mouse mendekati sebuah face, akan muncul lingkaran di face tersebut. Jika dalam kondisi tersebut mouse diklik, maka titik akan berpindah menempati posisi di area face tersebut.

Begitu juga dengan volume. Ketika pilihan volume digunakan, maka ketika mouse memasuki area volume suatu bangun tertentu, akan muncul lingkaran di area tersebut. Jika dalam kondisi tersebut mouse diklik, maka titik akan berpindah ke dalam area yang terpilih.

[BLENDER] Memindahkan “Origin”

Origin adalah titik pusat rotasi objek pada Blender. Jadi “Origin” ini diperlukan saat kita ingin merotasi(memutar) objek.

Untuk memindahkannya pilih “Set Origin” pada tab “Tools”, atau menggunakan shortcut : Shift + Ctrl + Alt + C.

  1. Geometry to Origin : Objek berpindah ke origin
  2. Origin to Geometry : Origin berpindah ke objek
  3. Origin to 3D Cursor : Origin berpindah ke 3D Cursor
  4. Origin to Center of Mass : Origin berpindah ke tengah objek

Contoh : Posisi “Origin” berada di tengah objek.

Jika dirotasi maka posisi titik pusatnya berada di tengah objek.

Jika posisi “Origin” dipindah ke 3D Cursor.

Maka saat dirotasi, posisi titik pusat berpindah ke 3D Cursor.

Posted in: Blender by achmad.mustofa No Comments , , ,

[BLENDER] Cursor Menentukan Posisi Objek Baru

Pada saat pertama dibuka, posisi cursor berada di tengah lembar kerja, begitu pula dengan cursornya. Apabila posisi cursor berubah, kemudian user ingin menambah objek baru, maka objek baru akan muncul di posisi terakhir cursor.

Kondisi objek baru yang berada di edit mode atau object mode, letaknya akan tetap dipengarungi oleh posisi akhir cursor.

 

Posted in: Blender by jayanti.tanri.r No Comments , , ,

[BLENDER]Mengembalikan Cursor ke Posisi Awal ( Cursor to Center)

Pada saat pertama di buka, posisi awal cursor pada blender berada di tengah objek atau lembar kerja, seperti gambar di bawah ini.

aaa

Posisi cursor tersebut sering kali berpindah tanpa disadari user karena mengklik bagian mouse yang bukan berfungsi untuk menyeleksi objek seperti bagian yang dilingkari pada gambar di bawah ini.

Untuk mengembalikan cursor ke posisi semula, maka dapat dilakukan dengan pilih menu “Object” di kiri bawah , kemudian pilih “Snap” dan pilih “Cursor to Center”. Shortcut yang dapat digunakan adalah dengan klik “Shift+S” dan pilih “Cursor to Center”. Cursor yang berada di dalam lingkaran hitam tersebut akan kembali ke posisi semula, yaitu di tengah lembar kerja.

 

Posted in: Blender by jayanti.tanri.r No Comments , , ,

[BLENDER] Menggabungkan 2 Vertex

Dalam menciptakan sebuah objek, ada kalanya kita perlu menggabungkan 2 vertex atau lebih, misalnya seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

Jika kita berpatokan pada ketajaman mata untuk meletakkan kedua vertex di posisi yang sama, bisa dijamin hasilnya tidak akan sesuai seperti yang diharapkan. Belum lagi ketika satu titik dipindah, maka titik lain akan tetap pada tempatnya. Seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah. Titik pada plane sebelah kanan sudah digeser sehingga berimpitan dengan titik pada plane sebelah kiri. Namun ketika dilakukan zoom in, maka terlihat kedua titik tersebut sebenarnya masih terpisah.

Oleh karena itu, agar kedua vertex dapat tergabung dengan sempurna, gunakan fitur merge, atau dapat dipanggil dengan alt-M. Sebelum menggunakan fitur tersebut, kedua vertex haruslah sudah terpilih. Perlu diperhatikan bahwa urutan pemilihan vertex akan berpengaruh terhadap hasil. Hal tersebut karena fitur merge memiliki beberapa pilihan, yaitu at first, at least, at center, at cursor, dan collapse.

Jika opsi yang dipilih adalah at first, maka kedua vertex akan tergabung tepat di posisi di mana vertex yang pertama terpilih berada. Pada kasus ini, vertex yang pertama dipilih adalah vertex pada plane di sebelah kanan. Maka, hasil dari pemilihan opsi at first akan menghasilkan gambar sebagai berikut.

Jika opsi yang dipilih adalah at last, maka kedua vertex akan tergabung tepat di posisi di mana vertex terakhir terpilih. Dalam kasus ini, vertex yang terakhir terpilih adalah vertex yang terletak pada plane sebelah kiri.

Jika opsi yang dipilih adalah at center, maka kedua vertex akan tergabung tepat di antara kedua vertex.

Jika opsi yang dipilih adalah at cursor, maka kedua vertex akan tergabung di lokasi di mana kursor berada. Pada kasus ini, kursor berada di tengah-tengah plane sebelah kiri.

 

Posted in: Blender by anindita No Comments , , , , ,

[FUSION] Menampilkan Kembali Tab Flow/Console/Timeline/Spline yang Tertutup

Tab yang tersedia di bagian bawah lembar kerja (tab flow, console, timeline, spline) pada dasarnya bisa dibiarkan tampil (default), dilepaskan (undock), maupun ditutup. Pilihan tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan klik kanan pada tab yang bersangkutan.

Tampilan default

Menutup atau undock salah satu tab

Ketika tab tersebut secara tidak sengaja tertutup, salah satu cara untuk mengembalikan posisi tab tersebut adalah dengan menggunakan menu reset layout yang dapat ditemukan pada pilihan “Window” –> “View Layouts” –> “Reset Layout”.

Jika versi Fusion yang digunakan adalah free, maka akan muncul tampilan sebagai berikut.

Setelah tombol “OK” diklik, maka tab (dan susunan lembar kerja yang lain) akan kembali seperti semula.